Portal Gaya Hidup Kaum Urban
Art is not a luxury, but a necessity.

Inilah 5 Anime Sepakbola Penerus Kapten Tsubasa

0 32

Siapa yang tak kenal Kapten Tsubasa ? Anime yang menceritakan seorang pemain bola handal asal Jepang ini begitu terkenal di Indonesia dulunya.

Tsubasa, seorang anak yang sangat menyukai sepak bola, dipertemukan dengan Roberto Hongo, mantan pemain profesional asal Brazil yang kenal dengan ayah dari Kapten Tsubasa.

Cerita berlanjut, Roberto menjadi mentor Tsubasa kecil di timnya Nankatsu. Singkat cerita Kapten Tsubasa mampu tumbuh menjadi seorang pemain sekaligus kapten tim yang handal.

Lika-liku perjuangannya membuat Tsubasa bertemu dengan banyak teman baru sekaligus rival, hingga akhirnya berjuang untuk Jepang pada Piala Dunia 2002.

Tentang Kapten Tsubasa

Tentang kapten tsubasa
Image : PanditFootball

 

Anime ini sendiri memang tayang menjelang euforia Piala Dunia 2002 yang diadakan di Jepang dan Korea Selatan. Pemenang Piala Dunia edisi ini, yakni Brasil, bahkan menjadi kawah candradimuka bagi Kapten Tsubasa sebelum menjadi pemain dunia.

Di era Tsubasa berjaya, ada pula anime-anime lain yang bertema tentang sepakbola. Hingga sekarang pun, tema sepakbola masih menjadi salah satu pilihan utama pembuat anime yang fokus pada olahraga.

Nah ini dia beberapa anime tentang sepakbola penerus Tsubasa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Tentunya dengan cerita yang lebih beragam dan gambar yang lebih ciamik.

Baca Juga : Ternyata, 5 Jenis Motor Inilah yang Paling Disukai Cewek Indonesia

1. Giant Killing (2010)

Giant Killing
Image : Malesbanget.com

 

Pertama ada anime yang dinilai oleh banyak orang sangat bagus menggambarkan realita sepak bola. Bisa dibilang anime ini malah kebalikan dari Tsubasa, yang penuh drama dan aksi-aksi akrobatik yang di luar nalar.

Giant Killing menceritakan tentang perjalanan seorang pelatih bernama Takeshi Tatsumi. Sebelum menjadi pelatih, Tatsumi adalah seorang pemain berbakat.

Pernah bermain di Inggris dan menjadi pelatih disana, Tatsumi pulang kampung ke Jepang untuk melatih timnya yang sedang terpuruk yakni East Tokyo United.

Disinilah menariknya, melihat usaha dari Tatsumi yang mencoba membawa timnya menuju kejayaan.

Hal lain yang membuat anime ini menarik adalah bagaimana elemen-elemen yang ada dalam sepakbola, selain permainan, dibahas dengan menarik.

Taktik pelatih, perseteruan pemain, suporter, bahkan transfer pemain. Klub-klub yang ada di anime ini juga mewakili klub yang ada di Jepang, meski namanya disamarkan.

Baca Juga : Mau Bisnis Properti Tanpa Modal? Simak Inilah Caranya!

2. DAYS (2016)

DAYS 2016
Image : Pinterest

 

DAYS adalah anime terbaru yang bertemakan sepakbola. Sama seperti Tsubasa, DAYS berfokus pada pemain sepak bola.

Namun perbedaanya, jika Tsubasa adalah pemain dengan bakat dan kecintaan yang boleh dibilang fanatik terhadap sepak bola (ingat slogan Tsubasa “Bola adalah teman”?).

Tsukamoto Tsukushi, seorang siswa SMA Seiseki kelas 1 adalah tokoh sentral dari anime ini adalah anak yang tidak pernah bermain bola sama sekali.

Tsukushi adalah anak yang pemalu, sehingga sulit untuk mencari teman. Hingga pada akhirnya dia bertemu dengan JIn Kazama. seorang pemain bola berbakat yang mengajaknya bermain futsal.

Tawaran tersebut diterima dan keduanya kemudian bersahabat akrab. Tsukushi akhirnya memutuskan bergabung dengan klub sepakbola dimana Kazama juga tergabung.

Yang menarik, tim sepakbola SMA Seiseki adalah tim unggulan. Cerita perjuangan Tsukushi dan bagaimana ia memengaruhi tim menjadi poin unggulan dari anime ini.

Sama halnya dengan Giant Killing, dalam anime DAYS aksi-aksi dalam permainan sepak bola-nya cukup realistis, meski pada beberapa teknik cukup rumit dan mengagumkan mampu dilakukan anak SMA.

Tetapi bagaimana sebuah kelemahan justru menjadi keunggulan diramu dengan apik dalam anime ini. Tsukushi memang baru bermain bola ketika SMA, namun permainannya yang bahkan lebih buruk daripada amatiran malah menjadi senjata baru Seiseki.

Baca Juga : Ini Alasan Sederhana Mengapa Kita Harus Liburan ke Jepang

3. Ginga e Kick Off (2012-2013)

Ginga e Kick Off
Image : gingaekickoff.wikia.com/

 

Bagaimana jika kamu menyukai sepakbola, meski tidak terlalu jago, mempunyai mimpi besar namun satu-satunya tim dimana kamu berada malah diambang kehancuran? Inilah kisah yang melatari anime Ginga e Kick Off.

Murid kelas enam SD, Sho Ota adalah salah satu pemain dari klub Momotaro Predators. Sho yang tak jago-jago amat dalam bermain sepakbola mempunyai mimpi menjadi pemain profesional.

Hal inilah yang mendasari Sho untuk mengumpulkan pemain-pemain baru demi menghidupkan kembali Momotaro Predators.

Menjadi kapten bagi timnya, Sho juga akhirnya berhasil merekrut pemain-pemain baru, beberapa diantaranya malah sangat jago sepakbola. Bahkan Sho juga berhasil merekrut pelatih berbakat.

Anime ini tidak mengedepankan satu tokoh sentral. Meski Sho pada awalnya adalah motor penggerak Momotaro Predators, lama-lama tim ini lebih terlihat sebagai satu kesatuan yang utuh dan padu.

Sisi menarik lain dari anime ini adalah adanya pemain perempuan dalam tim. Hal ini tentunya bagus dalam mengampanyekan kesamaan derajat baik perempuan maupun laki-laki.

Satu lagi yang menarik dari anime ini adalah, jika kebanyakan anime sepakbola fokus pada sepakbola dengan 11 pemain dalam satu tim,

dikarenakan kurangnya jumlah pemain Momotaro Predators akhirnya mengikuti kompetisi khusus sepakbola dengan 8 pemain saja dalam satu tim. Bagaimana tim ini berjuang menjadi terbaik di dunia patut diacungi jempol.

Baca Juga : Memanfaatkan Media Sosial Sebagai Tempat Promosi Yang Menjanjikan

4. Area No Kishi (2012)

Area No Kishi
areanokishi.wikia.com/wiki/Area_no_Kishi_Wiki

 

Apa yang membuat seorang pemain sepak bola menjadi pemain profesional yang handal? Kemampuan olah bola jelas salah satunya, tetapi yang tak kalah penting juga adalah mental.

Kakeru Aizawa adalah seorang siswa SMA yang merasa rendah diri, merasa dirinya tidak mampu berbuat apa-apa dalam permainan sepakbola.

Namun meski begitu, ia mencoba tetap berada dalam dunia tersebut dengan menjadi manager tim sepak bola di sekolahnya.

Dalam tim itu juga ada Suguru Aizawa, kakaknya sekaligus pemain andalan dari tim tersebut.Suatu tragedi mengubah segalanya, dan motivasi dari teman sekaligus motivasi wanita yang dulu pernah disukainya yakni Nana dan tak lupa dukungan dari kakaknya,

membuat Kakeru menggali talentanya sebagai pemain sepakbola yang selama ini dia pendam.

Seperti yang sudah disampaikan di awal, mental adalah hal penting yang harus dipunyai pemain bola. Ini pula lah yang menjadi poin utama dari anime ini.

Kakeru menempa skill sekaligus mentalnya dalam bermain sepakbola sehingga bisa bermain di ajang bergengsi,

Piala Dunia. Jika 3 anime sebelumnya mungkin lebih ke kekompakan tim, dalam Area no Kishi dibalut pula dengan kisah-kisah drama.

Baca Juga : Simak Inilah Sumber Penghasilan Di Internet Yang Perlu

5. Inazuma Eleven – Inazuma Eleven GO (2008- 2014)

Inazuma Eleven
Image : www.commonsensemedia.org

 

Terakhir adalah anime sepakbola yang unik. Pertama anime unik karena, tidak seperti daftar sebelumnya yang diadaptasi dari karya media cetak seperti manga (Giant Killing, DAYS, Area no Kishi) atau novel (Ginga e Kick Off), Inazuma Eleven diadaptasi dari judul game handheld Nintendo DS dan Nintendo 3DS.

Kedua anime bisa dibilang perpaduan antara Kapten Tsubasa dan action-fantasy. Jika dalam Tsubasa akan kita lihat aksi akrobatik yang diluar nalar, maka dalam Inazuma Eleven aksinya murni imajinasi tingkat tinggi.

Tendangan api, berlari dengan petir, jurus seribu bayangan a la Naruto, mengeluarkan semacam “Persona” adalah beberapa yang

ditemui dalam anime ini. Wajar karena diangkat dari video game. Terakhir anime ini unik karena terdiri dari 2 cerita besar, saling berhubungan dan levelnya tidak hanya di bumi saja, tapi antar galaksi

Cerita awalnya, yakni untuk seri Inazuma Eleven mengisahkan Endo Mamoru. Kurang lebih sama dengan apa yang dialami oleh Sho dalam Ginga e Kick Off,

Endo harus merekrut pemain tambahan agar timnya tidak dihapuskan oleh pengurus sekolah SMP Raimon.

Beberapa pemain baru dan berbakat akhirnya berhasil direkrut. Mereka pun berjuang menjadi juara dalam turnamen level Jepang. Setelah itu kisah berlanjut dengan tim Endo melawan “alien” dan terakhir bertanding dalam Piala Dunia.

Baca Juga : 5 TIPS MENGHEMAT RAM ANDROID TANPA ROOT

Inazuma Eleven GO

Seri kedua yakni Inazuma Eleven GO, diceritakan bahwa Endo sudah dewasa, dan kini tokoh sentral beralih ke Matsukaze Tenma, yang juga bersekolah di tempat Endo dulu.

Tim sekolah SMP Raimon kemudian dilatih oleh Endo. Tim ini berusaha menjuarai turnamen yang ternyata pertandingannya sudah diatur sedemikian rupa sehingga sportifitas dan semangat kompetisi hilang.

Keberhasilan mendobrak turnamen dan menghapuskan pengaturan pertandingan membuat tim ini kemudian “terpilih” untuk menjelajahi masa lampau, mengumpulkan kekuatan tokoh-tokoh terkenal demi menyelamatkan sepak bola di masa depan.

Cerita Inazuma GO diakhiri dengan dikumpulkannya anak-anak terbaik dari bumi untuk berkompetisi dalam turnamen antar galaksi !

Terdengar kekanak-kanakan dan berlebihan memang, tetapi anime ini patut dilihat karena animasinya digambarkan begitu apik.

Apalagi ketika melakukan “jurus”, sepak bola dengan keindahan dan kemegahan a la Final Fantasy bisa dilihat dan dirasakan.

Belum lagi pesan-pesan moral yang terkandung dalam setiap ceritanya, boleh jadi malah lebih beragam jika dibandingkan dengan anime-anime sebelumnya.

Namun episodenya yang cukup panjang tentunya membuat waktu menontonnya tidak sebentar pula. Meski begitu, hal tersebut diganjar dengan baik oleh apa yang ditawarkan anime ini.

Itulah beberapa anime yang bisa jadi pilihan setelah Kapten Tsubasa harus gantung sepatu. Tetapi jangan habiskan waktu hanya untuk menonton saja.

Teladani apa yang sudah anda lihat. Tetaplah bergerak dan berolahraga, bisa sepakbola atau olahraga yang lain supaya tubuh tetap sehat dan kuat ! Tak lupa pula terus berjuang untuk meraih mimpi, karena tanpa kerja keras mimpi tak kan pernah jadi nyata !

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.